Kamis, 15 Oktober 2015

Ikutan lomba Blog Yuk

Caranya gampang Klik aja disini ada banyak hadiahnya

Juga jangan lupa koment disini

STNK Pulsa dan Hikmahnya



STNK, Pulsa dan Hikmahnya

Siang itu aku bergegas pergi ke kampus seperti biasanya dengan mengendarai motor.  Tak lupa surat-surat berharga SIM dan STNK aku kantongi tepat di jas kanan almamaterku. Dan cusss. Aku langsung meluncur ke kampus yang jaraknya 15 KM dari rumah.
Dan bencana mulai datang saat sore harinya STNK yang aku kantongi di saku jas almamater tidak ada saat aku kembali ke rumah, nasib sial menimpaku… “Ah,,.. sudahlah aku harus berurusan dengan SAMSAT bagian pengurusan STNK dan aku harus mau mengeluarkan sejumlah uang untuk dibuatkan STNK yang baru”. Gerutuku
Ah.. parah hari itu aku ngenes dengan kejaidan itu. Se isi kamar sudah ku ubrak abrik barang kali aku lupa naruh atau terselip di laci lemari atau… ah sudah aku masih ingat STNK itu aku masukan di saku jas almamaterku. Daaan ya sudah aku nyerah.
Besoknya aku bergegas pergi ke kapolres terdekat untuk membuatkan surat keterangan kehilangan. Dan apa yang terjadi ? aduh,,.. saya ditanya BPKB motor tersebut dan jujur motonya masih dalam masa cicilan jadi belum punya BPKB.  Solusinya datang ke kantor leasing untuk meminta keterangan bahwa motor tersebut benar-benar atas nama yang bersangkutan.
Masalah... masih belum usai dari pihak leasing aku harus bayar biaya registrasi pembuatan surat keterangan sebesar sepuluh ribu rupiah dan jujur saat itu aku ketinggalan dompet dan cuma hp yang aku bawa, “Ibu apa boleh uang registrasinya saya bayar dengan pulsa?” pintaku sedikit memohon.  Karena kuliahku sambil jualan pulsa alias counter berjalan “Maaf De tidak bisa” sahut si Ibu bagian registrasi
“Pokonya saya bayarnya pakai pulsa aja bu, saya isi ke nomor ibu yang 10 ribu dan ibu tolong bayarkan biaya registrasinya, ibu nggak perlu bayar 12 ribu cukup 10 ribu aja”.  Dengan nada sedikit berharap
“Maaf tetap tidak bisa mungkin besok Ade bisa datang kesini lagi dan sementara surat keterangannya ditahan terlebih dahulu”.  Ujarnya dengan wajah biasa
Aku pulang dengan kecewa bahkan sangat kecewa, saking kecewanya tukang parkir yang jaga di halaman kantor leasing aku cuekin dan nggak bayar tarif parkir.
“nggak bawa uang” ketusku kepadanya
Dijalan masih dengan hati kecewa gas motor ku tarik biasa saja, pada saat itu satu hal yang bisa saya petik hikmah dari kejadian ini tiba-tiba saja saya ingat saat dahulu ketika saya memulai usaha pulsa saya masih ingat perkataan seseorang “Jual pulsa itu riba, masa pulsanya 10 ribu harus dibayar 12 ribu kan nggak sesuai” pada saat itu juga saya berargumen kalau ia mengalami kejadian seperti saya mungkin ia bisa jilat lidahnya sendiri dan  bisa menyimpulkan kalau pulsa bukanlah uang, pulsa ya pulsa beda dengan uang sekalipun sama ada nominal angkanya, saya bisa membuktikannya. Di Kejadian itu


Mau Jualan Pulsa Murah klik disini